Financial Analysis & Forecasting
July 21, 2026
Jadwal Pelatihan Financial Analysis & Forecasting
| Tanggal | Tempat | Kota | | 11 - 12 Agustus 2026 | - | Online |
| 11 - 12 Agustus 2026 | - | Yogyakarta |
| 27 - 28 Juli 2026 | - | Online |
| 27 - 28 Juli 2026 | - | Yogyakarta |
Financial Analysis & Forecasting
DESKRIPSI PELATIHAN Financial Analysis & Forecasting
Pelatihan Financial Analysis & Forecasting dirancang khusus untuk para profesional keuangan, manajer, maupun pemilik bisnis agar mampu membaca kesehatan keuangan perusahaan saat ini dan memproyeksikan performa masa depan secara akurat.
TUJUAN Financial Analysis & Forecasting
- Mampu menyusun neraca, rekening dan laporan keuangan
- Mampu mengidentifikasi sifat laporan arus kas .
- Mampu menghitung dan mengunakan rasio keuangan untuk mengevaluasi kinerja bisnis dan kesehataan keuangan
- Mampu menjelaskan rasio utama kualitas kredit, mengapa dan bagaimana penipuan akuntansi terjadi.
- Mmpu mengidentifikasi beberapa metode umum untuk menilai kelayakan peluang investasi
- Mampu memahami teknik Discounted Cash Flow (DCF) dan Weighted, memahami Average Cost Of Capital (WACC)
- Mampu memahami analisis keuangan untuk merger & Akuisisi”
MATERI Financial Analysis & Forecasting
Fondasi Analisis Laporan Keuangan
- Memahami Tiga Laporan Keuangan Utama: Keterkaitan antara Laporan Laba Rugi (Income Statement), Neraca (Balance Sheet), dan Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement).
- Analisis Vertikal & Horizontal: Teknik membaca tren dan proporsi akun dari tahun ke tahun (common-size analysis).
- Analisis Rasio Keuangan:
- Rasio Likuiditas (mengukur kemampuan bayar jangka pendek).
- Rasio Profitabilitas (margin keuntungan dan return on investment).
- Rasio Solvabilitas/Leverage (tingkat utang perusahaan).
- Rasio Aktivitas (efisiensi pengelolaan aset).
Analisis Kinerja Bisnis Mendalam
- Analisis DuPont: Membedah pendorong utama Return on Equity (ROE) melalui profit margin, perputaran aset, dan leverage.
- Analisis Kualitas Laba (Quality of Earnings): Mengidentifikasi manipulasi akuntansi atau laba yang tidak berkelanjutan.
- Manajemen Modal Kerja (Working Capital Management): Mengoptimalkan siklus konversi kas (Cash Conversion Cycle).
Teknik Proyeksi & Peramalan (Financial Forecasting)
- Metode Top-Down vs. Bottom-Up Forecasting: Memilih pendekatan proyeksi pendapatan yang sesuai dengan karakteristik industri.
- Proyeksi Laporan Keuangan Terintegrasi (Three-Statement Modeling): Langkah demi langkah menyusun proyeksi laba rugi, neraca, dan arus kas yang saling terhubung secara otomatis di Excel.
- Metode Persentase Penjualan (Percentage of Sales Method): Memproyeksikan akun-akun yang berubah seiring fluktuasi pendapatan.
Pengujian Model & Analisis Risiko
- Analisis Skenario (Scenario Analysis): Menyusun kondisi Best Case, Base Case, dan Worst Case.
- Analisis Sensitivitas (Sensitivity Analysis): Menguji bagaimana perubahan satu variabel kunci (misalnya kenaikan harga bahan baku sebesar 10%) memengaruhi laba bersih perusahaan.
- Analisis Titik Impas (Break-Even Analysis): Menentukan volume penjualan minimum untuk menutup seluruh biaya.