Leader as Coach
July 22, 2026
Jadwal Pelatihan Leader as Coach
| Tanggal | Tempat | Kota | | 13 - 14 Agustus 2026 | - | Online |
| 13 - 14 Agustus 2026 | - | Yogyakarta |
| 30 - 31 Juli 2026 | - | Online |
| 30 - 31 Juli 2026 | - | Yogyakarta |
Leader as Coach
DESKRIPSI PELATIHAN Leader as CoachÂ
Pelatihan Leader as Coach dirancang untuk mengubah paradigma kepemimpinan tradisional (yang cenderung mendikte atau memberi instruksi) menjadi kepemimpinan modern yang memberdayakan (empowering). Dengan mengadopsi pola pikir dan keterampilan seorang coach, seorang pemimpin dapat melejitkan potensi anggota tim, meningkatkan akuntabilitas, serta mendorong kemandirian dalam pemecahan masalah.
TUJUAN Leader as CoachÂ
- Upaya Pembinaan dan meningkat kan pengetahuan agar leader mampu mencapai tujuan organisasi jangka pendek dan jangka panjang melalui pendekatan coaching yang dipersonalisasi, disesuaikan, biasanya dilakukansecara personal maupun grup untuk jangka waktu tertentu dan dengan tujuan bisnis yang spesifik maupun umum dan biasanya berfokus pada peningkatan kinerja di semua tingkat
MATERI Leader as CoachÂ
Pergeseran Paradigma Kepemimpinan (The Coaching Mindset)
- Perbedaan Coaching, Mentoring, Counseling, dan Consulting: Kapan seorang pemimpin harus mengarahkan (tell) dan kapan harus memfasilitasi (ask).
- Prinsip Dasar Coaching: Membangun kepercayaan (trust), bebas dari penilaian sepihak (non-judgmental), dan fokus pada potensi masa depan bukan kesalahan masa lalu.
- Manfaat Bisnis: Bagaimana gaya kepemimpinan coaching dapat menurunkan tingkat keluar-masuk karyawan (turnover), meningkatkan keterikatan karyawan (employee engagement), dan mempercepat inovasi.
3 Keterampilan Inti Coaching (The Core Skills)
- Active Listening (Mendengar Aktif): Melatih kemampuan mendengar tidak hanya apa yang diucapkan, tetapi juga apa yang tidak terucap (nada bicara, bahasa tubuh, emosi).
- Powerful Questioning (Mengajukan Pertanyaan Kuat): Teknik menyusun pertanyaan terbuka menggunakan kata “Apa”, “Bagaimana”, dan “Kapan” (menghindari kata “Mengapa” yang cenderung membuat defensif) untuk membuka wawasan baru coachee.
- Designing Actions & Accountability: Membimbing anggota tim untuk merumuskan langkah konkret mereka sendiri dan berkomitmen terhadap hasilnya.
Menguasai Komunikasi dengan The GROW Model
- G – Goal (Tujuan): Menetapkan apa yang ingin dicapai oleh anggota tim dalam sesi coaching secara spesifik dan terukur.
- R – Reality (Kondisi Saat Ini): Memetakan situasi aktual, hambatan yang dihadapi, dan sumber daya yang sudah dimiliki saat ini.
- O – Options (Pilihan Strategi): Menggali berbagai alternatif solusi dan kreativitas anggota tim tanpa intervensi langsung dari pemimpin.
- W – Will / Way Forward (Tindakan Nyata): Menyusun rencana aksi, lini masa, serta metode evaluasi keberhasilan.
Aplikasi Coaching dalam Situasi Kerja Harian
- Coaching untuk Kinerja (Performance Coaching): Menangani anggota tim yang performanya menurun atau tidak mencapai target.
- Coaching untuk Pengembangan Karier (Developmental Coaching): Mempersiapkan talenta berbakat (high-potential employees) untuk promosi jabatan.
- Sesi Kopi Lima Menit (Corridor Coaching): Menerapkan teknik coaching kilat dalam percakapan informal sehari-hari tanpa harus menjadwalkan rapat formal.
Praktik Mandiri, Evaluasi, dan Feedback
- Sesi Roleplay Kelompok (Triad Coaching): Praktik langsung secara bergantian sebagai Coach, Coachee, dan Observer (Pengamat).
- Memberikan Umpan Balik yang Membangun (Constructive Feedback): Teknik menyampaikan evaluasi kinerja menggunakan pendekatan coaching agar tetap memotivasi.
- Menyusun Rencana Aksi Pemimpin (Leader’s Action Plan): Komitmen tertulis peserta untuk menerapkan gaya coaching di divisi masing-masing.